Postingan

NYANYIAN ALAM

Alam selalu istimewa buatku Alam selalu menawarkan keindahan darinya Terutama Gunung yang selalu kusambangi Tanpa bosan aku selalu kembali dalam dekapnya Dekapanya yang sunyi dan dingin Pada paginya yang istimewa Pada siangnya yang mengagumkan Pada sorenya yang membawa harapan baik untuk esok yang misterius Serta pada malamnya yang dingin dibalut kabut Malamnya yang damai dan hening Mendamaikan hati pujangga yang sedang patah Di pecundangi oleh palsunya kota dan munafiknya manusi di dalamnya Untukmu Alam dan semesta Para pejalan selalu merindukan dekapmu Dalam titik aman dan ketidakpastian Dikau selalu misterius Gunung-gunung ciptaan Tuhan yang mengungkap tabiat asli manusia Alam sefasih apapun dan sefaham apapun kita padanya Sewaktu waktu dapat membuat kita celaka olehnya Angkuh mu, cerdas mu, IPK tinggi mu, di hadapan Alam tak berguna Salam sayang dariku Pejalan yang penuh dengan keterbatasan, Ciptaan TUHAN...

SENYUM WANITA PEMALU DI BALIK GELAS KOPI

   Suatu malam yang sunyi, Pemuda Kumal itu duduk sendiri di Warkop tempat biasa ia kunjungi untuk menghabiskan waktu kosongnya. Dinginya malam membuat ia meneguk dengan cepat kopi yang ia pesan sedari tadi pada barista. Ditengah lamunanya ia teringat akan wanita yang menyakiti hatinya yang entah sekarang tak jua ada kabar tentangnya, ia menghilang tak ada kabar.      Namun ternyata malam itu ia teringat akan sesuatu janji yang telah ia buat bersama seorang wanita yang diam-diam telah mencuri perhatianya dan seakan mengisi kekosongan dalam kesendirian yang teramat pedih ini. Sesegera mungkin ia mengambil ponsel genggamnya dan nge chat si wanita itu, kring kring dia membalas chat dari si pemuda kumal itu, “iya, aku udah siap, datang jemput”.             Si pemuda Kumal itu pun bergegas ke motornya dan meluncur dengan kecepatan penuh untuk menjemput si wanita ini, setelah tiba di lokasi penjemputan ia tak kunjung muncul. “ah, dasa...

KONSPIRASI KOPI DAN CERUTU

     Malam ini, aku kembali duduk bersama teman-teman seperjuangan dan di tempat nongkrong biasa yaitu di warkop tempat kami berkumpul. Dan seperti malam-malam sebelumnya nikmat kopi yang di seruput yang selalu membawa tubuh ini dan tubuh setiap insan manusia mengendarai malam yang telah lelap, dengan kerlap kerlip bintang di langit malam itu. Tak cukup jika hanya kopi, teman setianya adalah cerutu yang selalu kuhisap lalu kuhembuskan lagi, yang jelas membuatku candu akan kedua hal itu. Yaa semua candu akan hal itu, namun ada sebagian pula yang tak menyukai hal itu. Ketika kopi dan cerutu bersatu padu dan membaur dalam tubuh ini, selalu membawa pikiran ini jadi berpikir tajam dan membuat pikiran-pikiran liar datang menghampiri logika ini. Kata orang warkop itu tempat berkumpulnya para orang-orag intelektual berdiskusi dan membahas hal-hal penting seputar Bangsa ini. Dan itu memang pernah terjadi namun setelah orde lama dan orde baru telah usai para pemuda kebanyaka...